Postingan

Senja Kopi Dan Kamu

Gambar
Bicara soal kopi, kita punya selera dan kesepakatan yang mirip. Ya mirip, artinya hampir sama tapi tak sepenuhnya. Hitam, pahit dan kental tentu saja. Tapi kadang kita melanggar, menambahkan sedikit krimer, susu, dan gula sesuai suasana masing-masing. Bicara soal kopi pula, kita setuju bahwa kopi adalah cairan yang wajib kita minum sehari-hari. Kopi hitam selalu hadir dalam perbincangan kita, kita selalu punya alasan untuk menghadirkannya antara kita. Masih juga tentang kopi, kita mengerti bahwa kopi adalah pahit. Justru itu yang kita sukai. Kita pernah sepakat bahwa kopi tanpa gula itu menyenangkan, seperti cinta tanpa rasa sakit. Bicara tentang cinta, kita pernah sepakat tidak menghadirkannya antara kita. Bicara tentang cinta, apa yang kita ketahui selain rasa sakitnya? Atau kita memang tak pernah paham tentang cinta. Kemudian kita bernegosiasi untuk tidak membicarakan cinta, menyimpannya diam-diam biar mengendap seperti ampas kopi. Kopi, kamu, dan senja....

AKU RINDU KETINGGIAN

Gambar
             Aku rindu ketinggian itu.  Aku rindu keramahan para pendaki yang saling bertegur sapa di sepanjang jalur pendakian “Duluan bang..” Sambil tetap menyumbar senyum, meski nafasnya terengah-engah. Aku rindu pendakian itu. Pendaki yang saling menyemangati. “Puncak sebentar lagi bang, semangat!!” Padahal, bohong. Puncak masih jauh, masih sangat jauh. Wajah-wajah tenang itu membuatku semakin penasaran. Sepertinya puncak telah memberikan kepuasan bathin kepadanya. Aku rindu pemandangan itu. Lelaki muda terhuyun-huyun. Memikul kantong hitam besar berisi sampah bawaannya dari puncak. Merekalah pecinta alam yang sejatinya. Bukan hanya sekedar penikmat alam saja. Aku rindu melihat wajah-wajah putus asa. Ingin menangis saja, ingin pulang saja, ingin mati saja. Tapi, begitu sampai ke puncak. Berubah semuanya. Wajahnya jadi ceria, bibirnya terus mengumbar senyum, gelak tawanya tak henti-henti jua. Puncak sudah mencairkan bonusnya u...